Senin, 17 Oktober 2022

SOSIALISASI


Sosialisasi; Pengertian, Tahapan dan Agen sosialisasi




Apa itu Sosialisasi?

sosialisasi merupakan suatu proses interaksi dan belajar-mengajar dalam berperilaku di masyarakat agar dapat mengenali lingkungan yang kelak akan ia hidupi, baik lingkungan fisik ataupun sosial.

Tahapan Sosialisasi

Ada beberapa tahap perkembangan sosialisasi untuk pembentukan diri dan kepribadian:

1. Tahap persiapan (preparetory stage) 

Tahap persiapan merupakan tahapan yang dialami oleh seseorang sejak dilahirkan. Di mana persiapan untuk mengenal kehidupan sosisal untuk memperoleh pemahaman diri. Pada tahap tersebut seseorang akan meniru tidak sempurna. Sehingga dibutuhkan orang-orang dilingkungan keluarga dan mereka berperan besar dalam kegiatan tersebut.

2. Tahap meniru (play stage) 

Seorang anak akan mengambil peran meniru orang-orang yang berada di sekitarnya, tapi belum memahami peranan tersebut. Pada tahap tersebut seseorang akan meniru peran-peran dewasa yang berada disekitarnya. Meski mampu menirukan tapi belum sepenuhnya memahami makna yang ditirukannya. 

3. Tahap siap bertindak (game stage)

Seorang anak akan mengetahui apa yang dilakukan setelah menirukan peran orang lain baik di keluarga atau lingkungan. Bisa memahami makna, bahkan diharapkan bisa mengetahui tentang peraturan yang ada.

4. Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other) 

Pada tahap tersebut bagaimana seorang anak sudah mencapai tahap pendewasaan. Bahkan mampu mengambil dan memahami peran-peran orang lain secara luas. 


Agen Sosialisasi

1. Keluarga

pola asuh dan interaksi keluarga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter serta kepribadian individu. Keluarga merupakan agen sosialisasi utama yang mendidik dan mempersiapkan individu agar dapat diterima sebagai anggota masyarakat.

2. Teman Sebaya

Teman sebaya adalah agen sosialisasi kedua yang bisa dikatakan paling dekat dengan seorang individu. Lingkungan teman sebaya memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian. Disini seorang individu akan menemukan perbedaan dan akan belajar beradaptasi.

3. Sekolah

Sekolah adalah agen sosialisasi berikutnya. Di sekolah, seorang individu akan belajar mengenai kedisiplinan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Tak hanya itu, seorang individu juga akan belajar mengenai hal baru di sekolah. Sekolah juga dikatakan sebagai tempat penghubung antara lingkup keluarga dan masyarakat. Peran guru adalah sebagai pembantu dalam proses pemtukan.

4. Masyarakat

 memiliki berbagai macam adat, nilai, norma, dan budaya yang berbeda-beda. Kehidapan dalam bermasyarakat memberikan peran penting dalam pembentukan kepribadian, seperti menumbuhkan nilai toleransi dan nilai gotong royong.

5. Media Sosial

Tak hanya lingkungan dan orang terdekat, di zaman modern seperti saat ini kehidupan lekat dengan adanya media massa. Media massa memberikan dampak positif dan negatif pada seorang individu. Maka dari itu, perlu adanya pendampingan ketika seorang individu yang belum cukup umur tengah menonton suatu siaran agar terhindar dari dampak yang buruk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar